Pages

Minggu, 29 Mei 2022

Wahana Jelajah Angkasa

 http://belajar.kemendimbud.id


dalam web ini aplikasi memudahkan untuk belajar, dengan menarik

dapat mencari planet', zodiak hingga peta bumi




Minggu, 22 Mei 2022

Galaksi bima sakti

 Galaksi bima sakti


Istilah Galaksi Bima Sakti

Bima Sakti dalam bahasa Inggris Milky Way, yang berasal dari bahasa Latin Via Lactea, diambil lagi dari bahasa Yunani Galaxias yang berarti "susu", adalah galaksi spiral yang besar termasuk dalam tipe Hubble SBbc.

Di dalam bahasa Indonesia, istilah "Bima Sakti" berasal dari tokoh berkulit hitam dalam pewayangan, yaitu Bima. Istilah ini muncul karena orang Jawa kuno melihatnya sebagai bayangan hitam yang dikelilingi semacam "aura" cemerlang. Sementara itu, masyarakat Barat menyebutnya "milky way" sebab mereka melihatnya sebagai pita kabut bercahaya putih yang membentang pada bola langit. Pita kabut atau "aura" cemerlang ini sebenarnya adalah kumpulan jutaan bintang dan juga volume besar debu dan gas yang terletak di piringan/bidang galaksi.

2. Pusat Galaksi Bima Sakti

pusat galaksi diyakini berada di sekitar rasi Sagitarius, karena lokasi tersebut memang tampak seperti pita yang tampak paling terang. Diduga di pusat galaksi bersemayam lubang hitam supermasif (black hole). Sagitarius A dianggap sebagai lokasi lubang hitam supermasif ini.


3. Lengan Spiral Galaksi

Diperkirakan ada 4 spiral utama dan 2 yang lebih kecil yang bermula dari tengah galaksi. Dan dinamakan sebagai berikut: (1) Lengan Norma, (2) Lengan Scutum-Crux, (3) Lengan Sagitarius, (4) Lengan Orion atau Lengan Lokal, (5) Lengan Perseus  (6) Lengan Cygnus atau Lengan Luar.

4. Lokasi Tata Surya

Di dalam galaksi bima sakti terdapat sistem Tata Surya, yang didalamnya terdapat planet Bumi tempat kita tinggal. Tata Surya terletak pada lengan Orion atau Lengan Lokal. Tata surya kita memerlukan waktu 225–250 juta tahun untuk menyelesaikan satu orbit, jadi telah 20–25 kali mengitari pusat galaksi dari sejak saat terbentuknya. Kecepatan orbit tata surya adalah 217 km/detik. Jarak antara matahari dan pusat galaksi diperkirakan 27.700 tahun cahaya.

5. Pancaran Cahaya Galaksi
Cahaya galaksi memancar lebih jauh, tapi ini dibatasi oleh orbit dari dua satelit Bima Sakti yaitu Awan Magellan Besar dan Kecil (the Large and the Small Magellanic Clouds), yang memiliki perigalacticon kurang lebih 180.000 tahun cahaya (1.7×1018 km). Pada jarak ini dan lebih jauh selanjutnya, orbit-orbit dari obyek sekitar akan didisrupsi oleh awan magelan, dan obyek obyek itu kemungkinan besar akan terhempas keluar dari Bima Sakti.

6. Ukuran Galaksi Bima Sakti

Cakram bintang Bima Sakti kira kira berdiameter 100.000 tahun cahaya (9.5×1017 km), dan diperkirakan rata rata mempunyai ketebalan 1000 tahun cahaya (9.5×1015 km). Bima Sakti diestimasikan mempunyai setidaknya 200 miliar bintang dan mungkin hingga 400 miliar bintang. Angka pastinya tergantung dari jumlah bintang bermassa rendah, yang sangat sulit dipastikan. Melebihi bagian cakram bintang, terletak piringan gas yang lebih tebal. Observasi terakhir mengindikasikan bahwa piringan gas Bima Sakti mempunyai ketebalan sekitar 12.000 tahun cahaya (1.1×1017 km) - sebesar dua kali nilai yang diterima sebelumnya. Sebagai panduan ukuran fisik Bima Sakti, sebagai misal kalau diameternya dijadikan 100 m, Tata Surya, termasuk awan oort, akan berukuran tidak lebih dari 1 mm.

Perhitungan terakhir oleh teleskop Very Long Baseline Array (VLBA) menunjukkan bahwa ukuran Bima Saki adalah lebih besar dari yang diketahui sebelumnya. Ukuran Bima Sakti terakhir sekarang dipercaya adalah mirip seperti tetangga galaksi terdekat, galaksi Andromeda. Dengan menggunakan VLBA untuk mengukur geseran daerah formasi bintang-bintang yang terletak jauh ketika bumi sedang mengorbit di posisi yang berlawanan dari matahari, para ilmuwan dapat mengukur jarak dari berbagai daerah itu dengan assumsi yang lebih sedikit dari usaha pengukuran sebelumnya. Estimasi kecepatan rotasi terbaru dan lebih akurat (yang kemudian menunjukan dark matter yang terkandung di dalam galaksi) adalah 914,000 km/jam. Nilai ini jauh lebih tinggi dari nilai umum sebelumnya 792,000 km/jam. Hasil ini memberi kesimpulan bahwa total masa Bima Sakti adalah sekitar 3 trillion bintang, atau kira kira 50% lebih besar dari perkiraan sebelumnya.

Sumber:  
http://commons.wikimedia.org/wiki/File:236084main_MilkyWay-full-annotated_tr.jpg?uselang=id
http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Milky_Way_galaxy.jpg?uselang=id
http://id.wikipedia.org/wiki/Galaksi_Bima_Sakti

Komet halley

 Komet halley


Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan orbit yang sangat lonjong atau bintang berekor yang bergerak bebas di luar angkasa. Orbit komet berbeda-beda, bahkan ada pula komet yang menghabiskan masa hingga jutaan tahun lamanya hanya untuk satu kali mengorbit pada matahari.

Komet terdiri dari kumpulan debu dan gas yang membeku ketika berada jauh dari matahari. Material-material penyusun komet ini hampir seluruhnya terbentuk dari gas karbon dioksida, metana dan juga air. Namun ketika mendekati matahari, material-material ini sebagian menguap sehingga membentuk kepala dan juga ekor komet yang memiliki panjang sampai jutaan kilometer.

Komet memiliki 4 bagian penting, yaitu inti komet yang merupakan bagian yang paling terlihat dari bumi ketika posisi komet masih jauh dari matahari. Kedua, koma yang merupakan daerah penuh kabut atau daerah yang mirip dengan tabir yang menyelimuti inti komet.
Bagian ketiga adalah lapisan hidrogen, yaitu lapisan yang menyelumbungi koma sehingga tidak tampak oleh mata manusia. Sementara terakhir, adalah bagian ekor komet, yang merupakan gas bercahaya yang terjadi ketika komet lewat di dekat matahari.

Bagi kita yang berada di bumi dapat melihat komet pada waktu tertentu seperti komet Halley yang terlihat setiap 75-76 tahun. Komet ini merupakan komet paling terkenal di antara komet-komet periodik lainnya, walaupun pada setiap abad banyak komet berperiode panjang yang muncul dengan lebih terang dan dahsyat.

Komet Halley sendiri diketahui terakhir muncul di tata surya pada tahun 1986 dan akan muncul kembali pada pertengahan 2061.

Pada dasarnya, komet ada 2 jenisnya, yakni komet tak berekor dan komer berekor panjang.

Komet tak berekor, adalah komet yang garis lintasannya sangat pendek sehingga tidak bisa melewati daerah-daerah yang sangat dingin di angkasa dan tidak bisa menyerap gas-gas yang ada di daerah yang sangat dingin.
Komet berekor, adalah komet yang garis lintasannya sangat jauh yang berbentuk elips dan melewati daerah-daerah yang sangat dingin diangkasa. Jika lintasannya dekat dengan matahari maka akan mengeluarkan gas yang ada pada daerah dingin untuk membentuk ekor.



Sumber: https://www.kelaspintar.id/blog/tips-pintar/kelas-7/cari-tahu-lebih-jauh-tentang-komet-dan-jenisnya-13927/

METEOR

 Meteor


Meteoroid adalah potongan batu atau puing – puing logam yang bergerak di luar angkasa. Meteoroid mengelilingi matahari dengan orbit tertentu dan kecepatan tertentu. Meteoroid tercepat bergerak sekitar 42 km/detik.  Ketika Meteoroid tertarik oleh gravitasi bumi, maka sebelum sampai dibumi, meteorid akan bergesekan dengan atmosfer bumi. 

Gesekan tersebut akan menghasilkan panas dan membakar meteoroid tersebut. Meteor adalah meteoroid yang habis terbakar oleh atmosfer bumi. Meteorit adalah meteoroid yang jatuh ke bumi.
Sumber: https://wirahadie.com/sistem-tata-surya/

ASTEOROID

ASTEOROID 



Asteroid adalah potongan-potongan batu yang mirip dengan materi penyusun planet. Sebagian besar asteroid terletak di daerah antara orbit Mars dan Jupiter yang disebut sabuk Asteroid. Berikut sabuk asteroid : 



Minggu, 08 Mei 2022

GERHANA

 GERHANA

Gerhana



Gerhana terjadi ketika posisi bulan dan bumi menghalangi sinar matahari, sehingga bumi atau bulan tidak mendapatkan sinar matahari. Ada dua jenis gerhana, yaitu gerhana matahari dan gerhana bulan. 


Gerhana Matahari : terjadi ketika posisi bulan berada di antara matahari dan bumi, ketiganya terletak dalam satu garis lurus, terjadi pada waktu bulan baru. Akibat ukuran bulan lebih kecil dibanding Bumi, maka terjadi tiga kemungkinan gerhana, yaitu : 


1). Gerhana Matahari total, terjadi pada daerah-daerah yang berada di bayangan inti (umbra), sehingga cahaya matahari tidak tampak sama sekali, terjadi sekitar 6 menit. 


2). Gerhana matahari cincin, terjadi pada daerah yang terkena lanjutan umbra, sehingga matahari terlihat seperti cincin. 


3). Gerhana Matahari sebagian, terjadi pada daerah-daerah yang terletak di antara umbra dan penumbra (bayangan kabur), sehingga matahari terlihat hanya sebagian.

Proses terjadinya gerhana matahari :


Gerhana bulan : terjadi apabila bumi berada di antara matahari dan bulan, terjadi ketika bulan memasuki bayangan bumi, hanya dapat terjadi pada saat bulan purnama. Pada waktu seluruh bagian bulan masuk dalam daerah umbra bumi, maka terjadi gerhana bulan total. 


Bulan berada dalam penumbra sekitar 6 jam, dalam umbra sekitar 40 menit. Umbra adalah bayangan gelap yang terbentuk selama terjadinya gerhana. Penumbra adalah bayangan kabur (remang-remang) yang terbentuk selama terjadinya gerhana.


Proses terjadinya gerhana bulan :


Sumber: https://wirahadie.com/sistem-tata-surya/amp/

KONDISI BULAN

 KONDISI BULAN

Bulan



Bulan adalah benda langit yang terdekat dengan bumi sekaligus satelit bumi. Karena merupakan satelit, bulan tidak dapat memancarkan cahaya sendiri melainkan memancarkan cahaya Matahari. Bulan juga berputar dan mengelilingi bumi. 


Bulan berbentuk bulat seperti planet, permukaannya berupa dataran kering, tandus, banyak kawah, terdapat pegunungan dan dataran tinggi. Bulan tidak memiliki atmosfer, sehingga sering terjadi perubahan suhu yang sangat drastis, bunyi tidak dapat merambat, tidak ada siklus air, tidak ditemukan makhluk hidup, dan sangat gelap gulita.

Bulan melakukan tiga gerakan sekaligus, yaitu rotasi, revolusi, dan bergerak bersama dengan bumi untuk mengelilingi matahari. Kala rotasi bulan sama dengan kala revolusinya terhadap bumi yaitu 27,3 hari. Dampak dari pergerakan bulan yaitu terjadinya pasang surut air laut, pembagian bulan, fase-fase bulan, gerhana matahari, dan gerhana bulan. 


Pasang adalah peristiwa naiknya permukaan air laut, surut adalah peristiwa turunnya permukaan air laut. Pasang surut air laut terjadi akibat pengaruh gravitasi matahari dan gravitasi bulan. Akibat bumi berotasi pada sumbunya, maka daerah yang mengalami pasang surut bergantian sebanyak dua kali. Ada dua jenis pasang air laut, yaitu pasang purnama dan pasang perbani.

Pasang Purnama dipengaruhi oleh gravitasi bulan, terjadi ketika bulan purnama, menjadi maksimum ketika terjadi gerhana matahari. Hal ini karena dipengaruhi oleh gravitasi bulan dan matahari yang mempunyai arah sama. 


Pasang Perbani yaitu permukaan air laut turun serendah – rendahnya, terjadi pada saat bulan kuartir pertama dan kuartir ketiga, dipengaruhi oleh gravitasi bulan dan matahari yang saling tegak lurus. 


Pembagian bulan ada dua yaitu bulan sideris dan bulan sinodis. Bulan Sideris membutuhkan kala revolusi selama 27,3 hari. Bulan Sinodis membutuhkan kala revolusi selama 29,5 hari. Kala revolusi sinodis dapat ditentukan melalui pengamatan dari saat terjadinya bulan baru sampai bulan baru berikutnya. 


Satu bulan sinodis digunakan sebagai dasar penanggalan Komariyah (penanggalan Islam).

Fase – fase bulan merupakan perubahan bentuk bulan yang terlihat di Bumi. Ini dikarenakan posisi relatif antara bulan, bumi, dan matahari. Fase-fase bulan ada 5 yaitu : 


1). Bulan baru terjadi ketika posisi bulan berada di antara bumi dan matahari. Selama bulan baru, sisi bulan yang menghadap ke matahari nampak terang dan sisi yang menghadap bumi nampak gelap.

2). Bulan sabit terjadi ketika bagian bulan yang terkena sinar matahari sekitar seperempat, sehingga permukaan bulan yang terlihat di bumi hanya seperempatnya. 


3). Bulan separuh terjadi ketika bagian bulan yang terkena sinar matahari sekitar separuhnya, sehingga yang terlihat dari bumi juga separuhnya (kuartir pertama). 


4). Bulan cembung terjadi ketika bagian bulan yang terkena sinar matahari tiga perempatnya, yang terlihat dari bumi juga tiga perempatnya. Sehingga, kita dapat melihat bulan cembung. 


5). Bulan purnama terjadi ketika semua bagian bulan terkena sinar matahari, begitu juga yang terlihat dari bumi. Sehingga, kita dapat melihat bulan purnama (kuartir kedua).

Fase – fase bulan :


Sumber ; https://wirahadie.com/sistem-tata-surya/amp/

KONDISI BUMI

 KONDISI BUMI

Para pelaut mengamati hal yang pertama kali mereka lihat di laut adalah puncak kapal. Ini menunjukkan bahwa bumi bentuknya bulat. Begitu pula pada tahun 1522, Magelhaen telah membuktikan bumi bentuknya bulat, dengan mengadakan pelayaran arah lurus kemudian dia berhasil kembali ke tempat awal dia berlayar. 



Rotasi Bumi adalah perputaran bumi pada porosnya. Kala Rotasi Bumi adalah waktu yang dibutuhkan oleh bumi untuk sekali berputar, yaitu 23 jam 56 menit. Bumi berotasi dari barat ke timur. Dampak rotasi bumi yaitu gerak semu harian matahari, perbedaan waktu, pembelokan arah angin dan pembelokan arah arus laut.


Revolusi bumi adalah pergerakan bumi mengelilingi matahari. Kala revolusi bumi adalah waktu yang dibutuhkan oleh bumi untuk sekali mengelilingi matahari yaitu 365,25 hari. Dampak dari revolusi bumi yaitu gerak semu tahunan matahari, perbedaan lamanya siang dan malam, dan pergantian musim

Sumber : https://wirahadie.com/sistem-tata-surya/amp/